Juara Bertahan Tersingkir! Team Liquid Eliminasi Falcons dari TI 2026
-
by hpyxd
- 15
Perjalanan Team Liquid di The International 2026 masih berlanjut. Juara TI 2024 tersebut berhasil menyingkirkan juara bertahan Team Falcons dengan skor 2-1 dalam duel putaran pertama lower bracket, Jumat (21/8/2026).
Kemenangan ini sekaligus memastikan Liquid menjadi tim terakhir yang melengkapi Top 6 TI 2026. Mereka masih memiliki peluang untuk kembali mengangkat Aegis of Champions sekaligus menambah koleksi gelar The International milik organisasi tersebut.
Sebaliknya, Falcons harus mengakhiri perjuangan mereka di posisi 7-8. Sang juara bertahan pulang dengan hadiah hiburan yang diperkirakan mencapai US$129.299. Liquid sendiri telah mengamankan sedikitnya sekitar US$161.657 dan akan melanjutkan perjalanan ke perempat final lower bracket pada Sabtu (22/8).

Falcons Mengamuk di Game Pertama
Falcons langsung menunjukkan kekuatan mereka pada game pertama melalui salah satu komposisi tri-core andalan. Skiter menggunakan Sven, Malr1ne bermain sebagai Earthshaker, sementara ATF mengandalkan hero andalannya. Cr1t- memilih Bounty Hunter untuk memberikan vision sekaligus membantu Falcons melancarkan agresi. Sneyking melengkapi komposisi dengan Mirana.
Liquid membangun lineup yang lebih berorientasi pada team fight. miCKe menggunakan Lina, Nisha bermain Invoker, Ace mendapatkan Underlord, Boxi memakai Spirit Breaker, dan tOfu memilih Rubick.
Namun, strategi Liquid tidak berjalan sesuai rencana. Falcons mendominasi fase laning dan kemudian mengubah keunggulan tersebut menjadi snowball besar. Para pemain Liquid terus ditekan di berbagai area map sehingga kesulitan mendapatkan farm yang cukup untuk membangun momentum late game.
Meski demikian, pertahanan high ground Liquid sangat kuat. Falcons pun memilih bermain lebih sabar dengan mengumpulkan net worth sebelum menyerang base lawan.
Strategi tersebut berhasil. Setelah pertarungan panjang selama 55 menit, Liquid akhirnya menyerah. Falcons mengakhiri game dengan keunggulan net worth lebih dari 89.000 gold, menjadi selisih ekonomi terbesar dalam satu game di TI 2026 sejauh turnamen berlangsung.
Skiter memimpin Falcons dengan 16 kill dan 10 assist, sementara ATF mencatat 12 kill dan 15 assist. Sneyking juga tampil impresif dengan delapan kill dan 26 assist.

Liquid Bangkit dan Paksa Game Ketiga
Memasuki game kedua, Liquid mengubah pendekatan dengan lineup yang lebih agresif dan memiliki mobilitas tinggi. miCKe menggunakan Windranger, Nisha bermain Earth Spirit, Ace kembali mengandalkan Underlord, Boxi memakai Tusk, sedangkan tOfu memainkan Hoodwink. Falcons mencoba membalas dengan Sven untuk Skiter, Lina untuk Malr1ne, Centaur Warrunner bagi ATF, Enchantress milik Cr1t, dan Bane untuk Sneyking.
Kali ini pertandingan berjalan terbalik. Liquid mendominasi fase laning dan mendapatkan posisi ideal untuk memasuki mid game. Begitu hero-hero mereka mencapai timing item dan level yang dibutuhkan, Liquid mulai menghancurkan Falcons dalam team fight.
Berbeda dengan Falcons di game pertama, Liquid tidak perlu menunggu hingga memperoleh keunggulan ekonomi puluhan ribu gold. Mereka terus menekan lawan dan menyelesaikan pertandingan hanya dalam 34 menit.
miCKe menjadi salah satu pemain paling menonjol dengan 10 kill dan 17 assist dari hanya dua kematian. Nisha juga tampil solid dengan sembilan kill dan 23 assist.
Skor berubah menjadi 1-1 dan duel dua juara The International tersebut harus ditentukan melalui game ketiga.
Draft Menjadi Kunci Game Penentuan
Game ketiga menjadi pertarungan strategi sejak fase draft. Falcons lebih dulu mengambil Lifestealer untuk Skiter. Mereka kemudian membangun tri-core dengan Malr1ne menggunakan Sand King dan ATF memainkan Razor. Cr1t memilih Clockwerk, sementara Sneyking menggunakan Crystal Maiden.
Liquid merespons dengan cermat. Mereka mengambil Centaur Warrunner yang kemudian dialihkan ke posisi support untuk Boxi. Ace mendapatkan last-pick Viper dengan tujuan utama menekan carry Falcons.
Liquid kemudian melengkapi draft dengan Faceless Void untuk miCKe, Lina untuk Nisha, serta Hoodwink bagi tOfu. Pilihan tersebut terbukti sangat efektif.
Nisha Jadi Motor Kemenangan Liquid
Liquid sejak awal fokus menekan Skiter dan ATF. Dominasi pada fase laning membuat core Falcons kesulitan mengembangkan item dan level yang dibutuhkan.
Ketika team fight memasuki fase mid game, keunggulan draft Liquid semakin terlihat. Faceless Void milik miCKe mampu menjadi pusat inisiasi, sementara dua core ranged mereka memberikan damage besar dari jarak aman.
Falcons berusaha mencari celah untuk melakukan comeback, tetapi tekanan Liquid semakin sulit dihentikan. Setelah pertarungan selama sekitar 42 menit, Liquid akhirnya menutup game ketiga sekaligus mengamankan kemenangan seri dengan skor 2-1.
Nisha menjadi salah satu pemain paling penting dalam kemenangan tersebut. Dalam tiga game, ia mencatat rata-rata 8,4 kill, 4,9 death, dan 15,9 assist. Rata-rata damage yang dihasilkan mencapai 35,9 ribu, dengan net worth 25,1 ribu dan GPM sebesar 649.
Liquid Masih Berpeluang Merebut Aegis
Kemenangan atas Falcons membuat Liquid mengamankan posisi Top 6 The International 2026 dengan hadiah sementara sekitar US$161.657. Misi mereka berikutnya adalah menghadapi pemenang atau tepatnya tim yang kalah dari semifinal upper bracket antara Team Yandex dan Nigma Galaxy pada lower bracket quarterfinal, Sabtu (22/8).
Bagi Liquid, perjalanan ini memiliki arti khusus. Mereka merupakan juara The International 2024, sehingga kemenangan di TI 2026 dapat membawa organisasi tersebut meraih Aegis of Champions untuk kedua kalinya.
Sementara itu, kekalahan Falcons memastikan juara bertahan TI 2025 tersebut tersingkir lebih awal. Dengan jatuhnya Falcons, OG, juara TI 2018 dan TI 2019, kini menjadi satu-satunya tim yang masih memegang catatan gelar The International secara back-to-back.
Persaingan menuju Aegis 2026 pun semakin panas. Enam tim tersisa kini harus melewati fase akhir yang semakin menentukan, sementara Liquid masih menjaga peluang untuk menambah satu lagi gelar The International ke dalam sejarah mereka.
Perjalanan Team Liquid di The International 2026 masih berlanjut. Juara TI 2024 tersebut berhasil menyingkirkan juara bertahan Team Falcons dengan skor 2-1 dalam duel putaran pertama lower bracket, Jumat (21/8/2026). Kemenangan ini sekaligus memastikan Liquid menjadi tim terakhir yang melengkapi Top 6 TI 2026. Mereka masih memiliki peluang untuk kembali mengangkat Aegis of Champions sekaligus…
Perjalanan Team Liquid di The International 2026 masih berlanjut. Juara TI 2024 tersebut berhasil menyingkirkan juara bertahan Team Falcons dengan skor 2-1 dalam duel putaran pertama lower bracket, Jumat (21/8/2026). Kemenangan ini sekaligus memastikan Liquid menjadi tim terakhir yang melengkapi Top 6 TI 2026. Mereka masih memiliki peluang untuk kembali mengangkat Aegis of Champions sekaligus…
