Gils! Team Spirit Jadi Tim Pertama Raih 3 Aegis, VISION Tumbang di Final TI 2026
-
by hpyxd
- 12
Team Spirit kembali mencatatkan sejarah besar di dunia Dota 2. Tim asal Eropa Timur tersebut berhasil mengalahkan TEAM VISION atau PARIVISION dengan skor 3-2 dalam grand final The International (TI) 2026, Minggu (23/8/2026).
Kemenangan dramatis di Oriental Sports Center, Shanghai, tersebut membuat Team Spirit menjadi tim pertama dalam sejarah Dota 2 yang berhasil meraih tiga gelar juara The International.
Final TI 2026 berlangsung dalam format best-of-five (Bo5) dan menghadirkan pertarungan sengit antara dua tim Eropa Timur yang sebelumnya sudah bertemu dua kali sepanjang turnamen. Selain gelar juara, Team Spirit juga membawa pulang hadiah utama sekitar US$1,4 juta dari total prize pool TI 2026 yang mencapai US$3,33 juta.
Team Spirit Ukir Sejarah dengan Tiga Aegis of Champions
Kemenangan atas VISION membuat sejumlah pemain Team Spirit kembali menorehkan sejarah. Illya “Yatoro” Mulyarchuk dan Magomed “Collapse” Khalilov menjadi pemain pertama yang berhasil memenangkan tiga gelar The International. Keduanya sebelumnya menjadi bagian penting dari kesuksesan Team Spirit ketika menjuarai TI 2021 dan TI 2023.
Prestasi serupa juga diraih pelatih Yaroslav “Miposhka” Naidenov. Setelah sebelumnya mengangkat Aegis sebagai pemain, Miposhka kini mencatatkan gelar TI ketiganya, sekaligus menjadi juara untuk pertama kalinya sebagai pelatih.
Sementara itu, Denis “Larl” Sigitov berhasil meraih gelar TI keduanya setelah sebelumnya menjadi juara bersama Team Spirit pada 2023. Dua pemain support, Alexey “not me” Kosmynin dan Aleksandr “rue” Filin, menjadi wajah baru dalam daftar juara TI. Keduanya sukses mendapatkan Aegis of Champions untuk pertama kalinya, dengan not me bahkan berhasil melakukannya dalam debutnya di panggung TI.
Grand Final TI 2026 Berlangsung Lima Game
Pertandingan antara Team Spirit dan TEAM VISION menjadi penutup sempurna untuk TI 2026. Spirit langsung tampil agresif pada game pertama dan berhasil mengamankan keunggulan awal.
VISION kemudian menunjukkan alasan mereka disebut sebagai kandidat terkuat juara sebelum turnamen dimulai. Mereka mampu membalikkan keadaan pada game kedua dan membuat skor menjadi 1-1.
Game ketiga menjadi salah satu titik krusial dalam seri. Pertandingan berlangsung ketat, tetapi Spirit berhasil keluar sebagai pemenang. Hasil tersebut membuat Yatoro dan kawan-kawan hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengangkat Aegis.
Namun, VISION belum menyerah. Dalam game keempat, mereka tampil dominan dan menghancurkan momentum Spirit. Kemenangan tersebut membuat pertandingan harus ditentukan melalui game kelima.
Game Kelima Jadi Penentu Gelar Juara
Game kelima menjadi pertarungan hidup-mati bagi kedua tim. VISION sempat memiliki keunggulan pada fase awal dan terlihat berada dalam posisi yang menjanjikan untuk merebut gelar. Spirit tidak panik. Mereka secara perlahan membalikkan keadaan melalui pengambilan objektif, team fight, serta koordinasi yang semakin solid.
Pertandingan akhirnya berubah menjadi perang panjang selama 64 menit. Ketika momentum akhirnya berada di tangan Spirit, VISION kesulitan menghentikan laju lawannya. Spirit kemudian mengamankan kemenangan sekaligus memastikan Aegis of Champions ketiga untuk organisasi tersebut.

Perjalanan Berliku Team Spirit Menuju Grand Final
Perjalanan Spirit menuju partai puncak sebenarnya tidak semulus VISION. Team Spirit harus melewati Elimination Stage setelah gagal mendapatkan tiket langsung ke playoff.
Spirit sempat memenangkan tiga ronde awal fase grup, termasuk kemenangan atas Xtreme Gaming, Aurora Gaming, dan Team Liquid. Namun, mereka kemudian kalah dari VISION pada ronde keempat. Kesempatan terakhir untuk langsung lolos ke playoff juga gagal dimanfaatkan setelah Spirit secara mengejutkan dikalahkan Nigma Galaxy 0-2.
Spirit kemudian bangkit di Elimination Stage dengan mengalahkan Team Resilience. Mereka melanjutkan perjalanan di playoff dan menyingkirkan Iron Wing.
Pada upper bracket semifinal, Spirit kembali bertemu VISION dan harus menerima kekalahan 1-2. Hasil itu membuat mereka turun ke lower bracket. Bukannya terpuruk, Spirit justru tampil semakin ganas.
Mereka menyingkirkan Team Liquid, kemudian mengalahkan BoomBoys, sebelum menghancurkan Team Yandex 2-0 di lower bracket final. Kemenangan tersebut memberikan Spirit kesempatan ketiga untuk menghadapi VISION. Kali ini, mereka tidak menyia-nyiakannya.
VISION Harus Puas sebagai Runner-up
Di sisi lain, TEAM VISION harus puas menempati posisi kedua. Hasil tersebut sebenarnya memperbaiki pencapaian mereka pada TI 2025 ketika finis di peringkat ketiga. VISION memasuki TI 2026 sebagai favorit terbesar. Mereka bahkan tidak terkalahkan di Group Stage dan melaju langsung ke playoff.

Mereka juga dua kali berhasil mengalahkan Spirit sebelum grand final. Namun, pertemuan ketiga menjadi penentu dan justru berakhir dengan kemenangan bersejarah Team Spirit.
Bagi pelatih Clement “Puppey” Ivanov, kegagalan ini kembali membuat trofi TI terlepas dari genggaman. Puppey sebelumnya menjuarai TI pertama pada 2011 bersama Natus Vincere dan kemudian finis sebagai runner-up pada TI 2012, 2013, serta 2022.
Kali ini, ia kembali harus menerima posisi kedua.
Dengan demikian, Team Spirit resmi menjadi juara The International 2026 sekaligus tim pertama yang mengoleksi tiga Aegis of Champions. Perjalanan panjang dari lower bracket hingga partai puncak membuat gelar ini terasa semakin istimewa.
Team Spirit kembali mencatatkan sejarah besar di dunia Dota 2. Tim asal Eropa Timur tersebut berhasil mengalahkan TEAM VISION atau PARIVISION dengan skor 3-2 dalam grand final The International (TI) 2026, Minggu (23/8/2026). Kemenangan dramatis di Oriental Sports Center, Shanghai, tersebut membuat Team Spirit menjadi tim pertama dalam sejarah Dota 2 yang berhasil meraih tiga…
Team Spirit kembali mencatatkan sejarah besar di dunia Dota 2. Tim asal Eropa Timur tersebut berhasil mengalahkan TEAM VISION atau PARIVISION dengan skor 3-2 dalam grand final The International (TI) 2026, Minggu (23/8/2026). Kemenangan dramatis di Oriental Sports Center, Shanghai, tersebut membuat Team Spirit menjadi tim pertama dalam sejarah Dota 2 yang berhasil meraih tiga…
