Bos Riot Tegaskan 2XKO Bukan Kesalahan, Justru Janji Tetap Berani Ambil Risiko

  • 2

Riot Games akhirnya memberikan perspektif lebih jelas mengenai perjalanan 2XKO, game fighting berbasis semesta League of Legends yang pengembangannya akan dihentikan pada akhir 2026. Meski keputusan tersebut telah diumumkan, co-founder sekaligus Chief Product Officer (CPO) Riot Games Marc Merrill menegaskan bahwa dirinya tidak menganggap 2XKO sebagai sebuah kesalahan.

Pernyataan itu disampaikan Merrill ketika tampil dalam acara PAX West 2026 Storytime di Seattle pada 4 September waktu setempat. Dalam sesi tersebut, pembawa acara Greg Miller membahas perjalanan Riot selama 20 tahun dan menyinggung bagaimana perusahaan mendefinisikan sebuah “kesalahan”, termasuk dalam konteks 2XKO.

Merrill langsung memberikan klarifikasi bahwa label tersebut tidak tepat untuk menggambarkan perjalanan game fighting tersebut.

Marc Merrill: 2XKO Bukan Sebuah Kesalahan

Merrill menjelaskan bahwa ada perbedaan antara menciptakan game yang berkualitas dan membangun sebuah produk live-service yang mampu bertahan serta berkembang dalam jangka panjang.

Menurutnya, 2XKO berhasil menghasilkan game yang memiliki kualitas visual dan gameplay yang kuat. Riot bahkan berani mengambil sejumlah keputusan desain yang cukup berisiko, salah satunya adalah sistem tag team yang menjadi identitas utama game tersebut.

Namun, kualitas sebuah game saja belum tentu cukup untuk membuatnya sukses sebagai layanan jangka panjang.

Merrill menilai bahwa standar untuk game free-to-play dan live-service saat ini sangat tinggi. Developer tidak hanya bersaing dengan game lain, tetapi juga dengan berbagai bentuk hiburan yang terus berebut perhatian pemain.

Berawal dari Komunitas Fighting Game

Merrill kemudian mengingat kembali awal mula proyek tersebut. Salah satu fondasinya berasal dari pertemuannya dengan Tom dan Tony Cannon, dua bersaudara yang dikenal sebagai pendiri Evolution Championship Series atau EVO.

Dari sana, Riot ingin menciptakan pengalaman kompetitif dan online yang lebih baik bagi komunitas fighting game. Proyek tersebut juga menjadi upaya untuk membawa model free-to-play serta IP League of Legends ke genre fighting game.

Bagi Riot, kombinasi tersebut menawarkan peluang untuk mempertemukan dua komunitas yang memiliki karakter berbeda.

2XKO kemudian dikembangkan dengan visi untuk menghadirkan fighting game kompetitif yang mudah diakses, tetapi tetap memiliki kedalaman bagi pemain yang ingin serius berkompetisi.

Masalah Utamanya Bukan Kualitas Game

Menurut Merrill, salah satu tantangan terbesar 2XKO bukan terletak pada apakah game tersebut bagus atau tidak. Pasar game modern sangat padat. Merrill menggambarkan persaingan tersebut dengan menyebut lebih dari 20.000 game dirilis di Steam setiap tahun, sementara pemain juga terus dibombardir dengan konten baru melalui media sosial dan YouTube.

Dalam situasi seperti itu, kompetisi sebenarnya adalah mendapatkan waktu dan perhatian pemain.

Untuk game free-to-play, tantangannya bahkan lebih besar karena kesuksesan jangka panjang membutuhkan komunitas dalam jumlah tertentu. Game harus mampu mencapai critical mass agar ekosistem pemain, konten, kompetisi, dan aktivitas komunitas bisa terus berputar.

2XKO disebut belum berhasil mencapai tahap tersebut. Namun, Merrill kembali menekankan bahwa kegagalan mencapai skala komunitas yang dibutuhkan bukan berarti 2XKO merupakan game yang buruk.

Pengembangan Aktif 2XKO Berakhir Akhir 2026

Riot sebelumnya mengumumkan pada 21 Agustus 2026 bahwa pengembangan aktif 2XKO akan dihentikan pada akhir tahun. Sebelum benar-benar memasuki fase tersebut, Riot masih akan menyelesaikan sejumlah konten dan peningkatan fitur yang telah direncanakan. Studio juga menargetkan patch perbaikan bug terakhir pada Desember 2026.

Meski pengembangan aktif berakhir, server 2XKO tidak langsung dimatikan. Game tersebut tetap dapat dimainkan secara free-to-play di PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S. Riot juga memproses pengembalian dana untuk pembelian yang dilakukan sebelum pengumuman penghentian pengembangan pada 21 Agustus.

Riot Tetap Berani Mengambil Risiko

Keputusan terhadap 2XKO tentu memunculkan pertanyaan mengenai proyek-proyek Riot lainnya. Apakah kegagalan mencapai skala yang diharapkan akan membuat Riot lebih berhati-hati dalam mengembangkan game baru?

Merrill justru memberikan sinyal berbeda. Ia mengakui bahwa Riot tidak mungkin selalu membuat semua keputusan dengan sempurna. Namun, hasil 2XKO tidak akan membuat perusahaan berhenti mengambil risiko besar. Menurutnya, Riot tetap bangga dengan game tersebut dan tidak ingin pengalaman 2XKO diterjemahkan sebagai tanda bahwa perusahaan akan menghindari proyek eksperimental di masa depan.

Merrill juga meminta penggemar tidak terlalu mengkhawatirkan game Riot lainnya. Perusahaan masih memiliki banyak proyek yang sedang berada dalam pipeline pengembangan.

2XKO Jadi Pelajaran, Bukan Sekadar Kegagalan

Perjalanan 2XKO memperlihatkan realitas industri game modern: game bagus belum tentu otomatis menjadi layanan live-service yang sukses. Riot berhasil membawa konsep League of Legends ke genre fighting dengan sistem tag dan pendekatan free-to-play. Namun, membangun komunitas yang cukup besar untuk menopang sebuah game dalam jangka panjang membutuhkan lebih dari sekadar kualitas produk.

Bagi Riot, 2XKO tampaknya lebih tepat dipandang sebagai eksperimen besar yang memberikan pelajaran mengenai pasar fighting game, model free-to-play, serta tantangan mempertahankan perhatian pemain.

Game tersebut mungkin tidak mencapai skala yang diharapkan Riot, tetapi Marc Merrill menegaskan bahwa hal itu tidak menghapus nilai dari proyek maupun keberanian tim di baliknya.

Dan yang paling penting bagi para pemain, 2XKO belum langsung menghilang. Setelah pengembangan aktif berakhir, server tetap tersedia sehingga komunitas masih memiliki kesempatan untuk terus memainkan game fighting tersebut.

Riot Games akhirnya memberikan perspektif lebih jelas mengenai perjalanan 2XKO, game fighting berbasis semesta League of Legends yang pengembangannya akan dihentikan pada akhir 2026. Meski keputusan tersebut telah diumumkan, co-founder sekaligus Chief Product Officer (CPO) Riot Games Marc Merrill menegaskan bahwa dirinya tidak menganggap 2XKO sebagai sebuah kesalahan. Pernyataan itu disampaikan Merrill ketika tampil dalam…

Riot Games akhirnya memberikan perspektif lebih jelas mengenai perjalanan 2XKO, game fighting berbasis semesta League of Legends yang pengembangannya akan dihentikan pada akhir 2026. Meski keputusan tersebut telah diumumkan, co-founder sekaligus Chief Product Officer (CPO) Riot Games Marc Merrill menegaskan bahwa dirinya tidak menganggap 2XKO sebagai sebuah kesalahan. Pernyataan itu disampaikan Merrill ketika tampil dalam…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *