Paper Rex Bungkam Team Vitality dan Melaju ke Upper Final Masters London 2026
-
by hpyxd
- 16
Paper Rex kembali menunjukkan kelasnya di panggung internasional setelah berhasil menumbangkan Team Vitality dengan skor 2-1. Banyak penggemar bahkan menganggap ini sebagai salah satu performa terbaik PRX sepanjang turnamen.
Mata penggemar Valorant sedunia tertuju pada stage VCT Masters London 2026 di laga playoff mempertemukan Paper Rex vs Team Vitality. Bukan laga kaleng-kaleng, duel tim andalan Asia Tenggara melawan jagoan EMEA berlangsung imbang sarat adrenalin.
Adu strat dan akurasi menuntut kedua tim mengeluarkan permainan di level tertinggi. Setelah sama kuat 1-1, improvisasi META buah eksperimen dan insting pun diperagakan punggawa PRX dan, berbuah manis.
Kemenangan ini bukan sekadar membawa PRX ke Upper Final. Lebih dari itu, hasil tersebut memastikan tim asal Pacific tersebut mengamankan tiket menuju Valorant Champions Shanghai 2026 berkat perolehan Championship Points yang sudah tidak mungkin lagi dikejar oleh pesaing di bawah mereka.
Bagi fans Valorant Indonesia, pencapaian ini menjadi bukti bahwa kawasan Pacific masih mampu bersaing dengan tim-tim elite dari EMEA maupun Americas.
Breeze Jadi Ajang Unjuk Gigi PRX
Map pertama dimainkan di Breeze, pilihan milik Team Vitality. Namun justru di map inilah Paper Rex tampil sangat dominan. Sejak ronde awal, PRX langsung memegang kendali permainan. Kombinasi agresivitas khas mereka dengan koordinasi yang rapi membuat Vitality kesulitan menemukan celah untuk membangun momentum.
Jinggg dan rekan-rekannya berkali-kali memenangi duel penting sehingga keunggulan 7-1 berhasil tercipta dengan cepat. Meski sempat kehilangan beberapa ronde karena terlalu percaya diri saat menghadapi eco round lawan, PRX tetap menutup paruh pertama dengan skor 9-3.
Masuk ke sisi attack, dominasi mereka semakin terlihat. Vitality tak mampu menghentikan gelombang serangan yang terus datang hingga akhirnya Breeze berakhir dengan skor telak 13-3 untuk Paper Rex.
Vitality Membalas di Split
Setelah kalah telak di map pertama, Team Vitality menunjukkan mental juara mereka pada Split. Tim asal EMEA itu bermain jauh lebih disiplin dan sabar. Mereka tidak terpancing tempo cepat yang biasanya menjadi senjata utama Paper Rex.
Strategi tersebut berjalan efektif. Vitality perlahan mengontrol jalannya pertandingan dan sukses menutup babak pertama dengan keunggulan 8-4.
PRX sempat mendapat harapan lewat aksi ace spektakuler dari Jinggg yang membuat para penonton bersorak. Namun Vitality tetap mampu menjaga fokus dan menutup map kedua dengan kemenangan 13-5.
Skor seri pun berubah menjadi 1-1.
Fracture Jadi Bukti Kedewasaan Permainan Paper Rex
Map penentuan Fracture memperlihatkan sisi berbeda dari Paper Rex. Jika biasanya PRX dikenal dengan permainan super agresif, kali ini mereka tampil lebih sabar dan terukur. Pelatih dan pemain tampak melakukan penyesuaian strategi yang sangat efektif.
f0rsaken yang biasanya mengisi peran Duelist berpindah ke Skye, sementara invy mendapatkan peran penting sebagai Breach. Perubahan ini membuat kontrol area PRX jauh lebih kuat dibandingkan biasanya.
Vitality sempat mencoba memainkan tempo lambat seperti saat menang di Split. Namun strategi tersebut tidak lagi efektif karena PRX berhasil menguasai hampir seluruh area penting di Fracture.
Hasilnya, Vitality hanya mampu mengamankan enam ronde sebelum akhirnya menyerah dengan skor 13-6.
Invy Jadi Pahlawan Tak Terduga
Banyak sorotan memang tertuju pada Jinggg yang kembali tampil tajam sepanjang pertandingan. Pemain andalan PRX tersebut mencatatkan total 49 kill dalam tiga map. Sementara d4v41 juga tampil luar biasa dengan torehan 47 kill. Namun pemain dengan performa paling stabil justru datang dari invy.
Sang Initiator mencatat rating tertinggi di server dengan angka 1,22. Kontribusinya dalam membuka ruang, memberikan informasi, dan mendukung rekan setim menjadi faktor penting kemenangan Paper Rex.
Di sisi Vitality, Derke masih menjadi pemain paling menonjol dengan 46 kill. Sayangnya performanya di Fracture tidak semaksimal dua map sebelumnya sehingga gagal membawa timnya ke Upper Final.

Tantangan Berikutnya: EDward Gaming
Setelah memastikan tiket ke Champions Shanghai dan mengamankan posisi tiga besar Masters London, perjalanan Paper Rex masih belum selesai. Mereka akan menghadapi raksasa Tiongkok, EDward Gaming, pada Upper Final. Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik di turnamen karena mempertemukan dua tim terbaik dari kawasan Asia.
Kemenangan atas EDG akan langsung mengantar Paper Rex ke Grand Final dan membuka peluang besar untuk meraih gelar internasional yang selama ini menjadi impian organisasi tersebut.
Dengan performa yang semakin konsisten, chemistry yang solid, serta pengalaman bertanding di level tertinggi, banyak penggemar Valorant Indonesia mulai percaya bahwa tahun 2026 bisa menjadi tahun bersejarah bagi Paper Rex.
Kini tinggal satu pertanyaan yang tersisa: mampukah Jinggg dan kawan-kawan menyelesaikan misi mereka dan membawa pulang trofi VCT Masters London?
Paper Rex kembali menunjukkan kelasnya di panggung internasional setelah berhasil menumbangkan Team Vitality dengan skor 2-1. Banyak penggemar bahkan menganggap ini sebagai salah satu performa terbaik PRX sepanjang turnamen. Mata penggemar Valorant sedunia tertuju pada stage VCT Masters London 2026 di laga playoff mempertemukan Paper Rex vs Team Vitality. Bukan laga kaleng-kaleng, duel tim andalan Asia…
Paper Rex kembali menunjukkan kelasnya di panggung internasional setelah berhasil menumbangkan Team Vitality dengan skor 2-1. Banyak penggemar bahkan menganggap ini sebagai salah satu performa terbaik PRX sepanjang turnamen. Mata penggemar Valorant sedunia tertuju pada stage VCT Masters London 2026 di laga playoff mempertemukan Paper Rex vs Team Vitality. Bukan laga kaleng-kaleng, duel tim andalan Asia…
