FFWS SEA 2026 Fall Week 1: Thailand Tancap Gas, RRQ dan BTR Petik Harapan, Evos Divine Mengupas Kekuatan
-
by hpyxd
- 17
FFWS SEA 2026 Fall resmi memasuki persaingan setelah pekan pertama rampung digelar. Hasilnya, tim-tim Thailand langsung menunjukkan dominasinya di papan atas, sementara para wakil Indonesia masih harus bekerja keras untuk menemukan konsistensi.
Meski belum memberikan start ideal, peluang Indonesia untuk mengejar ketertinggalan masih terbuka lebar. RRQ Kazu, Bigetron by Vitality, dan ONIC masih berada di zona 12 besar. Di sisi lain, MBR Omega dan EVOS Divine harus tampil lebih agresif pada pekan kedua jika ingin memperbaiki posisi sebelum memasuki Phase 2.
RRQ Kazu Jadi Wakil Indonesia Terbaik
RRQ Kazu menjadi tim Indonesia dengan posisi terbaik setelah menyelesaikan pekan pertama di peringkat kelima dengan 162 poin.
Menariknya, RRQ belum mendapatkan satu pun Booyah sepanjang dua pertandingan. Namun, mereka mampu mengompensasinya lewat permainan agresif. RRQ mengoleksi 114 poin eliminasi, sekaligus menjadi raihan eliminasi tertinggi di antara lima wakil Indonesia.
Posisi tersebut membuat RRQ hanya berjarak tiga poin dari Secret WAG yang berada di peringkat keempat. Dengan performa seperti ini, peluang RRQ untuk mempertahankan posisi di papan atas masih sangat terbuka.
Bigetron by Vitality Jaga Posisi di Top 10
Bigetron by Vitality juga menunjukkan performa yang cukup stabil. Tim berjuluk Robot Merah tersebut menempati posisi ketujuh dengan total 161 poin. BTR berhasil mengamankan satu Booyah serta mengumpulkan 98 poin eliminasi dan 63 poin placement. Raihan tersebut membuat mereka masih nyaman berada di dalam 12 besar.
Posisi ini menjadi penting karena tim yang mampu bertahan di zona 12 besar berpeluang langsung melanjutkan perjalanan ke Knockout Stage Phase 2. Jika BTR mampu mempertahankan momentum pada pekan berikutnya, peluang mereka untuk mengamankan tiket menuju Grand Finals lebih awal semakin besar.
ONIC Masih Aman, tapi Belum Bisa Santai
Sementara itu, ONIC menutup pekan pertama di peringkat kesembilan dengan 146 poin. Pergantian roster dan kehadiran POOM sebagai pemain baru belum langsung memberikan efek besar terhadap posisi ONIC. Mereka memang masih berada di dalam zona 12 besar, tetapi jarak dengan tim-tim di bawahnya membuat posisi tersebut belum sepenuhnya aman.
ONIC perlu memperbaiki konsistensi permainan pada pekan kedua. Sedikit saja kehilangan momentum, mereka bisa tergeser dan harus melalui jalur yang lebih panjang menuju Grand Finals.
MBR Omega Jadi Tim Indonesia Pertama yang Booyah
Salah satu kejutan datang dari MBR Omega. Sebagai tim debutan Indonesia di kompetisi ini, MBR berhasil mengakhiri pekan pertama di peringkat ke-14 dengan 118 poin. Meski masih berada di luar 12 besar, MBR hanya tertinggal tujuh poin dari Twisted Minds yang menempati posisi ke-12. Artinya, peluang untuk menembus zona aman masih sangat terbuka.
Lebih menarik lagi, MBR Omega menjadi tim Indonesia pertama yang mendapatkan Booyah pada FFWS SEA 2026 Fall Week 1. Hasil tersebut bisa menjadi suntikan kepercayaan diri penting menjelang pekan kedua.

EVOS Divine Dapat Tekanan Besar
Situasi paling sulit dialami EVOS Divine. Sang juara Esports World Cup: Free Fire 2025 justru harus mengawali FFWS SEA 2026 Fall dari posisi ke-15 dengan 117 poin. Selisih mereka dengan MBR Omega di atasnya memang hanya satu poin. Namun, posisi tersebut jelas belum mencerminkan status EVOS sebagai salah satu tim Free Fire paling diperhitungkan.
Pada hari ketiga, EVOS bahkan hanya mengumpulkan 36 poin, hanya satu tingkat lebih baik dari Esports Putrajaya yang berada di posisi terbawah. Absennya Rasyah dan Reyy juga menjadi tantangan tambahan bagi Macan Putih untuk bangkit pada pekan kedua.
Thailand Kembali Kuasai Papan Atas
Di tengah perjuangan tim Indonesia, wakil Thailand justru langsung tancap gas. Team Falcons memimpin klasemen dengan 272 poin, disusul AG.AL dengan 248 poin dan Buriram United Esports dengan 178 poin. Dominasi tersebut menunjukkan bahwa Thailand kembali menjadi kekuatan utama dalam persaingan Free Fire Asia Tenggara.
Meski jarak dengan tim Indonesia cukup lebar, hasil pekan pertama belum menentukan segalanya. Persaingan yang lebih krusial baru akan memasuki Phase 2 Knockout Stage, sehingga setiap tim masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi.
Pekan Kedua Jadi Momen Penentuan
Pekan kedua FFWS SEA 2026 Fall sekaligus menjadi penutup Phase 1. Pertandingannya akan berlangsung pada 21-23 Agustus 2026. Tim yang berhasil bertahan di posisi 12 besar Phase 1 akan mendapatkan keuntungan karena bisa langsung memulai Phase 2 lebih awal. Jalur tersebut tentunya memberikan kesempatan lebih besar untuk mengamankan tiket menuju Grand Finals.
Bagi RRQ Kazu dan Bigetron by Vitality, target utama adalah mempertahankan posisi. ONIC harus menjaga jarak dari kejaran tim di bawahnya, sedangkan MBR Omega dan EVOS Divine wajib tampil lebih agresif.
Thailand sudah tancap gas. Kini giliran wakil Indonesia membuktikan bahwa mereka belum selesai bertarung!
FFWS SEA 2026 Fall resmi memasuki persaingan setelah pekan pertama rampung digelar. Hasilnya, tim-tim Thailand langsung menunjukkan dominasinya di papan atas, sementara para wakil Indonesia masih harus bekerja keras untuk menemukan konsistensi. Meski belum memberikan start ideal, peluang Indonesia untuk mengejar ketertinggalan masih terbuka lebar. RRQ Kazu, Bigetron by Vitality, dan ONIC masih berada di…
FFWS SEA 2026 Fall resmi memasuki persaingan setelah pekan pertama rampung digelar. Hasilnya, tim-tim Thailand langsung menunjukkan dominasinya di papan atas, sementara para wakil Indonesia masih harus bekerja keras untuk menemukan konsistensi. Meski belum memberikan start ideal, peluang Indonesia untuk mengejar ketertinggalan masih terbuka lebar. RRQ Kazu, Bigetron by Vitality, dan ONIC masih berada di…
