Perburuan Summoner’s Cup Memanas! Ini 6 Kandidat Kuat Juara Worlds 2026

  • 5

Persaingan menuju gelar juara dunia League of Legends semakin menarik menjelang Worlds 2026. Sejumlah tim elite dari Korea Selatan, China, dan Eropa datang dengan modal prestasi internasional, roster bertabur bintang, serta ambisi untuk mengangkat Summoner’s Cup.

Worlds 2026 menjadi edisi ke-16 dari kejuaraan dunia League of Legends. Sebanyak 19 tim dari enam wilayah kompetitif akan bersaing memperebutkan gelar paling bergengsi di skena esports League of Legends.

Musim 2026 juga membuktikan bahwa dominasi tim besar tidak selalu menjamin kemenangan. Kejutan dari tim Barat hingga persaingan ketat antarklub Asia membuat peta kekuatan semakin sulit diprediksi.

Salah satu sorotan terbesar tentu tertuju kepada T1. Tim legendaris Korea Selatan tersebut berpeluang mencatat sejarah dengan meraih gelar Worlds keempat secara beruntun. Namun, mereka harus menghadapi sejumlah penantang kuat, termasuk Gen.G Esports, Hanwha Life Esports, G2 Esports, Bilibili Gaming, dan Anyone’s Legend.

1. Gen.G Esports, Ancaman Besar dari Korea Selatan

Gen.G Esports menjadi salah satu kandidat kuat juara Worlds 2026. Tim ini konsisten bersaing di papan atas League of Legends Champions Korea (LCK) dan berulang kali menunjukkan kemampuan untuk mengalahkan T1 maupun pesaing domestik lainnya.

Gen.G memiliki modal besar berupa dua gelar Mid-Season Invitational (MSI) secara beruntun pada 2024 dan 2025, serta delapan gelar liga domestik LCK. Meski begitu, organisasi ini masih memburu penampilan di grand final Worlds dengan identitas Gen.G. Sebelumnya, organisasi tersebut menjuarai Worlds 2017 ketika masih menggunakan nama Samsung Galaxy.

Pemain yang menjadi pusat perhatian adalah Jeong “Chovy” Ji-hoon. Mid laner tersebut dikenal memiliki kemampuan laning yang kuat, mekanik presisi, serta kecakapan mengubah keunggulan kecil menjadi keuntungan besar. Chovy juga meraih penghargaan MVP musim reguler LCK 2026 dan masuk All-LCK First Team.

Kekuatan Gen.G tidak berhenti pada Chovy. Jungler Kim “Canyon” Geon-bu merupakan juara dunia 2020 bersama DAMWON Gaming. Sementara itu, ADC Park “Ruler” Jae-hyuk memiliki pengalaman besar di panggung internasional, termasuk saat membantu Samsung Galaxy menaklukkan SK Telecom T1 pada Worlds 2017.

Ruler juga tampil luar biasa di final LCK 2026. Menggunakan Zeri, ia mencatatkan beberapa triple kill dan menuntaskan pertandingan dengan 11 kill serta hanya satu kali kematian. Gen.G menang 3-1 dan Ruler dinobatkan sebagai Finals MVP.

Dengan kombinasi pengalaman, kualitas individu, dan prestasi domestik, Gen.G menjadi salah satu tim yang paling layak diperhitungkan di Worlds 2026.

2. Hanwha Life Esports, Juara MSI dengan Roster Bertabur Juara Dunia

Hanwha Life Esports (HLE) juga datang dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka berhasil menjuarai MSI 2026 setelah mengalahkan Bilibili Gaming (BLG) dengan skor 3-2 dalam grand final lima game yang menegangkan.

HLE memang gagal menaklukkan Gen.G di grand final LCK, tetapi perjalanan mereka sepanjang musim menunjukkan bahwa tim ini mampu mengimbangi sejumlah kekuatan terbesar dunia.

Salah satu keunggulan HLE adalah pengalaman pemainnya. Top laner Choi “Zeus” Woo-je dan ADC Lee “Gumayusi” Min-hyeong pernah menjadi bagian dari roster legendaris T1 yang menjuarai Worlds pada 2023 dan 2024. Gumayusi juga membantu T1 melengkapi tiga gelar Worlds beruntun pada 2025.

Mid laner Kim “Zeka” Geon-woo pun memiliki kenangan manis di kejuaraan dunia. Ia menjadi salah satu pemain penting dalam perjalanan dramatis DRX saat menjuarai Worlds 2022 setelah memulai kompetisi dari babak Play-In.

Di sisi lain, jungler Seo “Kanavi” Jin-hyeok memiliki pengalaman bersama JD Gaming pada 2023, sedangkan support Yoo “Delight” Hwan-joong merupakan juara LCK beberapa kali dan bagian dari tim HLE yang menjuarai First Stand 2025.

Pada final MSI 2026, Kanavi berperan penting dengan mengamankan Baron pada game kelima. Zeus juga tampil dominan menggunakan Dr. Mundo, memberikan ruang bagi rekan setimnya untuk menghabisi lawan. Penampilan tersebut membuat Zeus meraih penghargaan Finals MVP.

Berbekal gelar MSI dan pemain-pemain berpengalaman, HLE berpotensi menjadi penghalang serius bagi siapa pun yang mengincar Summoner’s Cup.

3. G2 Esports, Harapan Eropa untuk Mengguncang Dominasi Asia

G2 Esports merupakan salah satu kekuatan utama Eropa yang patut diperhatikan di Worlds 2026. Tim ini memiliki reputasi sebagai penantang berbahaya dalam turnamen internasional, terutama ketika para pemainnya mampu mempertahankan momentum permainan.

Pada First Stand 2026, G2 bahkan mendapat julukan “LCK killers” setelah mengalahkan sejumlah wakil Korea Selatan. Salah satu hasil paling mencolok adalah kemenangan telak 3-0 atas Gen.G. G2 kemudian melaju ke grand final, meskipun akhirnya kalah 1-3 dari BLG.

Bintang utama G2 adalah Rasmus “Caps” Winther. Mid laner veteran tersebut telah mengoleksi 16 gelar liga domestik, menjuarai MSI 2019, serta dua kali tampil di grand final Worlds. Pada 2026, Caps juga menjadi pemain Barat pertama yang masuk Hall of Legends, menyusul nama besar seperti Lee “Faker” Sang-hyeok dan Jian “Uzi” Zi-Hao.

G2 juga memiliki jungler Rudy “SkewMond” Semaan yang tampil menjanjikan sepanjang musim. Kemampuannya menghadapi jungler elite seperti Canyon menjadi salah satu faktor yang memperkuat daya saing G2.

Di posisi ADC, Steven “hans sama” Liv tetap menjadi ancaman, terutama ketika menggunakan champion andalannya seperti Draven dan Kalista.

Tantangan terbesar G2 adalah menjaga konsistensi saat menghadapi tekanan di pertandingan panjang. Jika mereka mampu beradaptasi ketika strategi awal tidak berjalan sesuai rencana, peluang untuk melangkah jauh di Worlds 2026 tetap terbuka.

4. Bilibili Gaming, Kekuatan China yang Memburu Gelar Worlds

Bilibili Gaming atau BLG menjadi salah satu wakil China yang memiliki peluang besar di Worlds 2026. Tim ini menjuarai First Stand 2026 setelah mengalahkan G2 Esports dengan skor 3-1. BLG juga mencapai grand final MSI 2026 dan memenangkan dua split pertama LPL pada tahun yang sama.

Roster BLG dihuni sejumlah pemain kelas dunia. Mid laner Zhuo “Knight” Ding pernah menjadi bagian dari skuad JD Gaming yang hampir menyelesaikan pencapaian Golden Road pada 2023. Knight juga membantu BLG mencapai grand final Worlds 2024 sebelum kalah tipis 2-3 dari T1.

Top laner Chen “Bin” Ze-Bin turut menjadi sosok penting. Ia dikenal sebagai salah satu pemain terbaik di posisinya, dengan koleksi gelar LPL, trofi MSI 2022, dan pengalaman tampil di dua grand final Worlds.

ADC Park “Viper” Do-hyeon juga mempunyai rekam jejak internasional yang mengesankan. Ia membantu EDward Gaming menjuarai Worlds 2021 setelah mengalahkan DAMWON KIA dengan skor 3-2. Viper kemudian meraih gelar LCK Summer 2024 dan First Stand 2025 bersama HLE sebelum kembali menjuarai First Stand bersama BLG pada 2026.

Meski memiliki kekuatan individu yang luar biasa, BLG bukan tanpa kelemahan. Mereka sempat tersingkir secara mengejutkan di perempat final Esports World Cup setelah kalah dari Dplus KIA. BLG juga kalah 1-3 dari Anyone’s Legend pada grand final LPL Split 3.

Masalah komunikasi dan koordinasi menjadi pekerjaan rumah penting. Jika mampu menyatukan kemampuan individu dengan kerja sama tim yang konsisten, BLG berpeluang besar menjadi kandidat juara. Namun, kesalahan dalam pengambilan keputusan bisa menjadi celah bagi lawan mereka.

5. Anyone’s Legend, Kuda Hitam dari LPL

Anyone’s Legend (AL) berpotensi menjadi salah satu kejutan terbesar di Worlds 2026. Tim asal China ini memang belum memiliki gelar internasional, tetapi sudah beberapa kali membuktikan bahwa mereka mampu memberikan perlawanan sengit kepada tim elite.

AL pernah mencapai grand final Esports World Cup 2025 sebelum kalah dari Gen.G. Mereka juga memaksa T1 bermain hingga game kelima pada perempat final Worlds tahun sebelumnya.

Kini, AL datang dengan modal lebih kuat setelah menjadi unggulan pertama LPL. Mereka meraih kemenangan 3-1 atas BLG di grand final LPL Split 3, hanya enam hari setelah sebelumnya kalah telak 0-3 dari lawan yang sama.

ADC Wang “Hope” Jie menjadi salah satu pahlawan dalam kemenangan tersebut. Ia mencatatkan pentakill menggunakan Miss Fortune pada game keempat, dengan 13 kill tanpa kematian.

Jungler Lee “Tarzan” Seung-yong dinobatkan sebagai Grand Final MVP berkat kemampuannya menemukan peluang dan menciptakan keuntungan bagi tim. Sementara itu, mid laner Cui “Shanks” Xiaojun semakin dikenal sebagai salah satu talenta menonjol di LPL.

Dengan dukungan top laner Chen “Breathe” Chen dan support Kim “Kael” Jin-hong, AL memiliki susunan pemain yang mampu menantang tim-tim berpengalaman.

Tantangan mereka adalah mempertahankan performa tersebut di panggung dunia. Namun, keberhasilan mengalahkan BLG dalam pertandingan penentuan membuktikan bahwa Anyone’s Legend tidak bisa dipandang sebelah mata.

6. T1, Mampukah Faker dan Kawan-Kawan Mencetak Sejarah?

Tidak lengkap membahas Worlds 2026 tanpa menempatkan T1 sebagai salah satu sorotan utama. Organisasi legendaris Korea Selatan ini telah mencapai empat grand final Worlds secara beruntun sejak 2022 dan memenangkan tiga gelar terakhir.

Dua gelar pertama dalam periode tersebut diraih bersama roster ZOFGK. Pada 2025, Choi “Doran” Hyeon-joon bergabung dan membantu T1 menorehkan tiga gelar dunia berturut-turut. Kini, T1 menghadapi tantangan baru setelah Kim “Peyz” Su-hwan menggantikan Gumayusi di posisi ADC.

Di posisi support, Ryu “Keria” Min-seok tetap menjadi salah satu pemain paling berbahaya. Ia telah mengoleksi tiga gelar Worlds dan lima penghargaan LCK Support of the Year. Kemampuannya memilih champion tak terduga serta menciptakan momentum melalui inisiasi membuatnya menjadi bagian penting dari strategi T1.

Jungler Moon “Oner” Hyeon-joon juga dikenal agresif dalam menentukan jalur permainan dan memperebutkan objektif. Ia meraih tiga penghargaan Jungle of the Year secara beruntun pada 2023 hingga 2025.

Sementara itu, Lee “Faker” Sang-hyeok tetap menjadi pusat perhatian. Dengan enam gelar Worlds, dua trofi MSI, dan sepuluh gelar liga Korea, Faker telah mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang sejarah League of Legends.

Namun, mempertahankan konsistensi masih menjadi tantangan T1. Pada beberapa kesempatan, pemilihan draft, kesalahan individu, dan koordinasi yang tidak stabil membuat mereka kesulitan. Jadwal padat serta berbagai komitmen di luar pertandingan juga memunculkan pertanyaan mengenai waktu persiapan tim.

Meski begitu, peluang T1 untuk mencetak sejarah tetap terbuka. Jika mereka mampu menemukan bentuk permainan terbaik pada waktu yang tepat, gelar keempat secara beruntun bukanlah sesuatu yang mustahil.

Worlds 2026 Berpotensi Menghadirkan Kejutan Besar

Enam tim tersebut memiliki modal berbeda untuk bersaing memperebutkan Summoner’s Cup. Gen.G mengandalkan konsistensi dan kekuatan individu, HLE membawa pengalaman juara dunia, G2 menjadi harapan Eropa, BLG memiliki talenta elite, Anyone’s Legend datang sebagai penantang yang sedang naik daun, sedangkan T1 mengejar sejarah baru.

Meski demikian, hasil sepanjang musim membuktikan bahwa reputasi besar tidak menjamin kemenangan. Kekalahan mengejutkan, perubahan roster, dan kemampuan beradaptasi selama pertandingan dapat mengubah peta persaingan dalam waktu singkat.

Worlds 2026 pun berpotensi menghadirkan pertarungan yang sulit diprediksi. T1 mungkin menjadi pusat perhatian karena ambisi empat gelar beruntun, tetapi tim lain memiliki kesempatan untuk menghentikan dominasi tersebut.

Pada akhirnya, gelar juara dunia akan ditentukan oleh kemampuan setiap tim menjaga konsistensi, membaca strategi lawan, dan tampil maksimal ketika tekanan berada di puncaknya.

Persaingan menuju gelar juara dunia League of Legends semakin menarik menjelang Worlds 2026. Sejumlah tim elite dari Korea Selatan, China, dan Eropa datang dengan modal prestasi internasional, roster bertabur bintang, serta ambisi untuk mengangkat Summoner’s Cup. Worlds 2026 menjadi edisi ke-16 dari kejuaraan dunia League of Legends. Sebanyak 19 tim dari enam wilayah kompetitif akan…

Persaingan menuju gelar juara dunia League of Legends semakin menarik menjelang Worlds 2026. Sejumlah tim elite dari Korea Selatan, China, dan Eropa datang dengan modal prestasi internasional, roster bertabur bintang, serta ambisi untuk mengangkat Summoner’s Cup. Worlds 2026 menjadi edisi ke-16 dari kejuaraan dunia League of Legends. Sebanyak 19 tim dari enam wilayah kompetitif akan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *