Doinb Hijrah ke Dota 2? Eks Juara Dunia LoL Bidik TI 2026 Shanghai!
-
by hpyxd
- 12
Kim “Doinb” Tae-sang, juara dunia League of Legends 2019, dikabarkan tengah menjajaki karier baru di Dota 2. Sosok midlaner flamboyan yang identik dengan gaya agresif dan kreativitas draft itu disebut tertarik mencoba peruntungan di scene Dota 2, bahkan membidik panggung terbesar: The International 2026 di Shanghai.
Langkah ini memicu spekulasi luas di komunitas MOBA global, mengingat rivalitas panjang antara LoL dan Dota 2 selama lebih dari satu dekade.
Doinb Dikabarkan Siap “Hijrah” ke Dota 2
Menurut laporan dari jurnalis Korea Selatan @kenzi131, agen Doinb mengonfirmasi bahwa sang pemain tertarik untuk berpartisipasi dalam kualifikasi The International 2026. Bahkan, seorang leaker dengan akun @lolvaleiker menyebut Doinb berencana membentuk tim berisi eks pemain LoL untuk mencoba peruntungan di open qualifier.
Rumor ini semakin menguat setelah beredar kabar bahwa platform streaming Douyu, tempat Doinb bernaung, tidak memiliki hak siar untuk LPL 2026. Jika benar, absennya hak siar tersebut bisa menjadi faktor pendorong Doinb mencari arah baru dalam karier streaming dan kompetitifnya.

Beralih ke Dota 2 tentu bukan keputusan kecil. Namun dengan The International 2026 yang akan digelar di Shanghai, momentum ini terasa strategis—baik dari sisi exposure, pasar Tiongkok, maupun peluang komersial.
Korea Selatan dan Kenangan Emas Dota 2
Bagi fans lama Dota 2, Korea Selatan bukan nama asing. Tim seperti MVP Phoenix pernah mencatatkan sejarah dengan finis Top 6 di The International 2016 menggunakan roster full Korea.
Meski Korea dikenal sebagai kekuatan besar di LoL, mereka tak pernah benar-benar mencapai dominasi serupa di Dota 2. Setelah era MVP Phoenix berakhir, geliat Dota 2 di Korea sempat meredup.
Masuknya figur sebesar Doinb bisa menjadi katalis kebangkitan baru. Selain membawa nama besar, ia juga memiliki basis penggemar yang masif—faktor penting dalam membangun kembali minat terhadap Dota 2 di kawasan tersebut.
Perubahan Role dan Adaptasi Gameplay
Jika melihat dugaan akun publik Doinb di Dotabuff, terdapat indikasi perubahan menarik. Ia memulai sebagai midlaner—role yang identik dengannya di LoL—namun belakangan terlihat mencoba posisi offlane.
Hero-hero yang dimainkan juga mencerminkan adaptasi ke meta Dota 2, termasuk pilihan seperti Batrider dan hero fleksibel lain yang kerap tampil kuat di turnamen besar seperti BLAST Slam VI. Adaptasi role ini menunjukkan bahwa Doinb tidak sekadar coba-coba, melainkan benar-benar mempelajari dinamika kompetitif Dota 2.
Transisi dari LoL ke Dota 2 bukan perkara mudah. Perbedaan mekanik, tempo permainan, hingga sistem ekonomi membuat banyak pemain kesulitan beradaptasi. Namun pengalaman Doinb sebagai shot-caller kreatif bisa menjadi modal berharga.
Gelombang Perpindahan dari LoL ke Dota?
Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Dalam setahun terakhir, muncul tren kecil namun konsisten pemain LoL yang mencoba Dota 2. Sebagian pengamat mengaitkannya dengan kontrol ketat Riot Games terhadap ekosistem profesional LoL.
Sebaliknya, Valve sejak 2023 memberi ruang lebih besar bagi penyelenggara turnamen independen seperti ESL dan PGL untuk mengelola sirkuit kompetitif. Pendekatan ini dinilai menciptakan ekosistem yang lebih terbuka.
Jika Doinb benar-benar tampil di kualifikasi TI 2026, dampaknya bisa jauh lebih besar dari sekadar satu pemain pindah game. Ini bisa menjadi simbol pergeseran minat dan membuka pintu bagi talenta lain untuk mengikuti jejak serupa.
Mampukah Doinb Tembus TI 2026?
Dengan enam bulan tersisa menuju The International 2026 dan empat bulan sebelum open qualifier dimulai, waktu menjadi faktor krusial. Doinb harus membangun chemistry tim, memahami meta, dan meningkatkan mechanical skill dalam tempo singkat. Pertanyaannya: mampukah stack eks pemain LoL bersaing di ekosistem Dota 2 yang sudah matang dan sangat kompetitif?
Bayangkan Apa yang Bisa Diraih Doinb
Well, Kim “Doinb” Tae-sang mencoba membuka babak baru dengan menjajaki Dota 2 dan membidik The International 2026 Shanghai. Faktor hak siar, peluang komersial, serta momentum TI di Asia menjadi latar belakang yang masuk akal.
Kini komunitas hanya bisa menunggu: apakah ini sekadar eksperimen singkat, atau awal dari babak baru rivalitas MOBA terbesar di dunia? Tapi coba bayangkan ini, seandainya Doinb bisa juara TI, ia tentu akan menjadi “legend” legenda hidup pro player yang bisa mengawinkan gelar juara di dua scene esports: MOBA terbesar sejagad universal.

Yup! Ia bukan menjadi yang pertama karena beberapa pro player telah berhasil melakukannya. Mostly memang di genre game shooting / FPS. Beberapa diantaranya:
- Jonathan “Fatal1ty” Wendel: Seorang pelopor esports, ia memenangkan turnamen di Quake III, Doom 3, Counter-Strike, dan Painkiller.
- Anthony “Shotzzy” Cuevas-Castro: Memenangkan Kejuaraan Dunia Halo 2018 dan Kejuaraan Call of Duty 2020.
- Eric “Snipedown” Wrona: Seorang juara Halo yang sangat berprestasi yang juga unggul di Apex Legends, memenangkan medali di X Games dan meraih peringkat tinggi di ALGS.
- Tyson “TenZ” Ngo: Berhasil bertransisi dari karir CS:GO tingkat atas ke memenangkan VCT Masters di VALORANT dengan Sentinels.
- Patiphan “Patiphan” Chaiwong: Meraih kesuksesan tingkat tinggi di Overwatch (Overwatch League) dan VALORANT (Masters: Reykjavík 2021).
- “zombs”: Berkompetisi secara profesional di Overwatch dan Apex Legends sebelum meraih kesuksesan besar di VALORANT.
Apapun hasilnya nanti, langkah Doinb sudah cukup untuk menghidupkan kembali perdebatan klasik LoL vs Dota. Jika ia sukses menembus panggung TI, itu akan menjadi salah satu storyline terbesar dalam sejarah esports modern!
Kim “Doinb” Tae-sang, juara dunia League of Legends 2019, dikabarkan tengah menjajaki karier baru di Dota 2. Sosok midlaner flamboyan yang identik dengan gaya agresif dan kreativitas draft itu disebut tertarik mencoba peruntungan di scene Dota 2, bahkan membidik panggung terbesar: The International 2026 di Shanghai. Langkah ini memicu spekulasi luas di komunitas MOBA global, mengingat rivalitas…
Kim “Doinb” Tae-sang, juara dunia League of Legends 2019, dikabarkan tengah menjajaki karier baru di Dota 2. Sosok midlaner flamboyan yang identik dengan gaya agresif dan kreativitas draft itu disebut tertarik mencoba peruntungan di scene Dota 2, bahkan membidik panggung terbesar: The International 2026 di Shanghai. Langkah ini memicu spekulasi luas di komunitas MOBA global, mengingat rivalitas…
